Friday, April 27, 2018

Hajar Aswad Dan Hemofilia

HAJAR ASWAD DAN HEMOFILIA

Salah satu mimpi bagi sebagian besar muslim adalah dapat mencium Hajar Aswad baik saat melaksanakan ibadah haji maupun umroh.

Hajar Aswad seakan menjadi salah satu tempat dan tujuan setiap muslim yang harus diupayakan bagaimanapun caranya, namun tidak sedikit yang gagal untuk mencium Hajar Aswad. Mengapa karena mereka saling dorong, berdesak-desakan saling berebut menuju satu titik di sisi Ka'bah tempat Hajar Aswad berada, tidak jarang ada juga jamaah yang terpaksa berteriak histeris karena terjepit jamaah yang lainnya.

Jika kita melihat dari televisi tampak Jutaan umat muslim yang melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah dan sebagian lagi berusaha untuk mencium rukun yamani, mencium Hajar Aswad, sebagian ada yang berdoa di antara Hajar Aswad dan Sisi pertama pintu Ka'bah yaitu yang disebut area Multazam kemudian ada juga sebagian yang sholat di Hijir Ismail.

Saat ini saya sedang melaksanakan umroh bersama Putra saya yang kedua yang bernama Satria Dananjaya Sigalayan.  Kami berada di Madinah 3 hari yang lalu dan hari ini adalah hari ketiga dari waktu 4 hari di Mekah.

Hari pertama saya selalu bersama dengan Satria untuk melakukan shalat fardhu, namun pada hari kedua hingga sholat dzuhur tadi Satria memilih untuk menyendiri melakukan salat fardu dan shalat sunah lainnya, namun tanpa saya 8sadari Satria melakukan ibadah di lantai 2 atau kadang-kadang di lantai 3 dengan mengambil posisi di arah Multazam yaitu area di antara lampu hijau yang segaris dengan Hajar Aswad dan Sisi pertama pintu Ka'bah.  Ini adalah salah satu tempat mustajab untuk berdoa yang ada di Masjidil Haram.

Ternyata selama 2 hari ini Satria juga memperhatikan Bagaimana Sebagian besar orang berlomba-lomba untuk untuk mencium Hajar Aswad.  Siang tadi tepat pukul 14.45 WAS Satria mengajak saya menuju Masjidil Haram dengan satu tekad ingin mencium Hajar Aswad, sholat di Hijir Ismail, dan mencium rukun yamani serta mencium dinding Ka'bah.  Saya menyarankan untuk tidak mencium Hajar Aswad karena tidak mungkin bagi seorang penderita hemofilia berdesak-desakan dorong-dorongan bahkan terinjak kaki, tersikut dan resiko paling fatal adalah terjatuh di sekitar area desak-desakan. Bagi orang normal mencium Hajar Aswad adalah perjuangan yang sangat berat tidak mudah dan tidak jarang yang kemudian keluar dari kerumunan karena merasa tidak mampu lagi untuk menembus kerumunan orang yang ingin mencium Hajar Aswad.

Namun Satria bilang tenang aja Pah, Insya Allah kita dapat menciumnya.  Ikuti alurnya saja pah, kita ikut dulu berputar mengitari Ka'bah sambil merapat ke dinding Ka'bah hingga adzan ashar dikumandangkan.  Kita cium dulu rukun Yamani dan alhamdulillah kami berhasil. Selanjutnya kami menyisir dinding Ka'bah antara rukun yamani dan Hajar Aswad kami mencium dinding Ka'bah cukup lama bergeser sedikit demi sedikit menuju Hajar Aswad.  Dan alhamdulillah kami dapat mencapai posisi lebih kurang 2 m dari Hajar Aswad dan saat itu para Askar Masjidil Haram menghentikan kerumunan orang yang berada di sekitar Hajar Aswad dan memerintahkan mereka untuk membuat shaf salat ashar.

Saya dan Satria adalah satu dari beberapa orang yang tidak diminta untuk membuat shaf salat ashar tetapi kami diminta untuk membuat shaf satu jalur untuk secara bergilir mencium Hajar Aswad.  Alhamdulillah Subhanallah rupanya inilah proses yang dipelajari Satria selama 2 hari ini dari area Multazam di lantai 2 dan lantai 3 Masjidil Haram. Yaitu proses jeda diantara adzan dan iqamah saat dimana para jamaah diminta untuk membuat shaf dan secara bergantian diberikan kesempatan secara leluasa guna mencium Hajar Aswad. Subhanallah akhirnya dengan berurai air mata rasa haru, dan rasa syukur bercampur jadi satu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kepada kami kesempatan mencium Hajar Aswad tanpa harus berdesak-desakan, saling dorong, saling menekan satu sama lain hingga harus terhimpit di tengah lautan manusia.  Kami cukup menunggu antrian untuk mencium Hajar Aswad secara leluasa dengan dijaga para Askar subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar. Kami lanjut sholat hajat di Hijir Ismail.

Masjidil Haram, Makkah
27 April 2018 pukul 22.16 WAS
Salam,

Sigit Sigalayan

Read More..

Monday, May 22, 2017

Self-Injection Penting Bagi Penderita Hemofilia

Berita Harian Pagi Kaltim Post 23 April 23/5/2017, hal. 22

Read More..

Saturday, April 29, 2017

"Dunia Sehat" DAAI TV, 17 April 2017

Read More..

Thursday, April 27, 2017

Materi Kongres Nasional - V HMHI, Bali 22-23 April 2017

Untuk yang mau baca2 materi selama Konas V HMHI Bali 22-23 April 2017, bisa download dari link dibawah ini:

http://www.konasv.hemofilia.or.id/download.htm

Read More..

Tuesday, April 18, 2017

Sosialisasi Memperingati World Hemophilia Day 17 April 2017 di Kalimantan Timur

Dalam rangka memperingati Hari Hemofilia Sedunia, HMHI Cabang Kaltim melakukan sosialisasi tentang Hemofilia secara umum melalui media masa (koran harian) terbesar di Kalimantan Timur.  Berikut berita dimaksud di halaman 38 harian pagi Kaltim Post senin 17 April 2017 halaman 38 Komunikasi Bisnis.

Harian pagi Kaltim Post tgl. 17/4/2017, P. 38

Read More..

Wednesday, February 22, 2017

BPJS Kesehatan Samarinda Berikan Solusi, Mudah Mendaftar dan Membayar Iuran

BPJS Cabang Utama Samarinda Kalimantan Timur memberikan akses kemudahan bagi peserta BPJS Kesehatan baik dalam hal kepesertaan, maupun pembayaran iuran.  Saat ini BPJS Kesehatan tidak lagi menerpakan PENALTI terhadap peserta yang terlambat bahkan menunggak iuran tetapi BPJS memberlakukan DENDA keterlambatan, hal ini berarti bahwa kepesertaan sebagai peserta BPJS Kesehatan tetap aktif, kita hanya perlu melunasi pembayaran dan dendanya sebelum menggunakan kartu untuk jaminan berobat  baik saat kita berobat jalan ataupun rawat inap. Semoga bermanfaat.

Sumber: Harian Pagi Kaltim Post, 18/2/2017, P: 22

Read More..

Friday, February 3, 2017

Berbagai Masukan Cara Penanganan Perdarahan Mata Pasien Hemofilia


28/01/17, 05:49 - sigit sigalayan:
Aswrwb, mohon maaf pagi2, mohon bantu cara penanganan atau solusinya. Mata kanan satria ada perdarahan di bola matanya yg putih, tadi malam sdh ke dokter perdarahan 25%, alhamdulillah sdh di cek retinanya ngak masalah, pkl. 16.30 kemarin sblm ke dokter masuk 2 vial x 500iu.  Dokter kasih obat tetes vasacon-A (4x/hari 1 tetes) dan cendohyalub (4x/haro), tekanan darah lemarin 170/100 (sudah diberi obat amlodipin 5mg)

Pagi ini 140/75, Satria juga sedang flu ringan. Perdarahan mrlebar menjadi 50% dari luas bola matanya.  Pagi ini pukul 06.00 masuk AHF 4 vialx500iu.

Mohon bantu share juga ke tim medis hemofilia, mohon saran apa yg mesti dilakukan. Tks sebelumnya.

Salam,
Sigit Sigalayan (ortu Satria)
HP. 085250679002)
  
28/01/17, 11:04 - sigit sigalayan: Dik ini dari dr. Novi (RSCM):
Novi RSCM, dr: Waalaikum salam pak sigit.
Saran saya :
-faktor VIII diberikan 20-25 IU/kgBB tiap 12 jam, sampai perdarahan berhenti
- transamin 3 x 500 mg
- obat dari Sp mata diteruskan

[28/1 09:07] Novi RSCM, dr: Semoga cepat sembuh Satria
[28/1 09:08] Novi RSCM, dr: Oya tetap di monitor tekanan darahnya ya

Klik baca selanjutnya untuk informasi lainnya.

Read More..