Smart Parenting saat ini menjadi topik dan bahasan sangat menarik dalam berbagai seminar dan diskusi. Begitu banyak orangtua dari berbagai kalangan hadir mengikuti seminarnya. Untuk bisa hadir dalam seminar tidak jarang mereka rela mengeluarkan ratusan bahkan jutaan rupiah untuk bisa mendapatkan ilmu dan tips menjadi orangtua cerdas.
Sebagian orangtua merasa perlu ikut seminar karena sudah kebingungan mengatasi anak-anaknya yang sulit sekali disuruh belajar, hampir setiap hari mesti ribut dulu agar mereka mau belajar. Dan masih banyak kasus-kasus lain yang tentunya berbeda satu dengan yang lain.
Belajar dari orangtua Saya, sebenarnya ada 4 tips sederhana yang bisa dicoba untuk menjadi orang tua cerdas sejak dini. Mengapa sejak dini ? Karena kalau kita kerjakan sejak dini maka selanjutnya bagai air mengalir, kecerdasan itu akan mengalir dengan sendirinya baik pada diri anak maupun orangtua. Baiklah Saya akan sampaikan 4 tips tersebut :
Pertama :
Tetapkan jam belajar anak sejak masih berada didalam kandungan, sepakatlah suami/istri untuk menentukan jadwal belajar kelak bagi putra anda, misalnya pukul 19.00 - 20.00 setiap hari. Lakukan saja hingga putra anda berumur 5 tahun, sesuaikan materi belajarnya dengan berbagai variasi pembelajaran seperti menulis, mewarna, mencoret-coret, mendengarkan anda bercerita/membaca buku cerita, pokoknya apa saja dan rasakan hasilnya.
Kedua :
Setelah putra anda lahir tetaplah dengan komitmen pertama diatas dan lakukan dengan tidak menyalakan TV (televisi) pada saat belajar pukul 19.00 - 20.00 tersebut.
Ketiga :
Saat putra anda memasuki usia sekolah (katakanlah play group) pastikan anda membawa sendiri bekal makanan dan minuman dari rumah sekalipun cuman pisang gorang atau singkong. Pastikan anda tidak memulai untuk membeli makanan pada para paman didepan sekolah. Ingat berbagai bahan pengawet mulai borax akan menyertai putra anda begitu anda berani mencoba walau sekali. Saya sangat prihatin akan hal ini, bayangkan jika mereka mulai play group sudah kenal dengan borax dan sebangsanya dan pasti pengen beli setiap hari dan memang sangat gurih rasanya maka sudah dapat dipastikan Play group 1 tahun + TK 2 tahun + SD 6 tahun + SMP 3 tahun + SMA 3 tahun = 15 tahun (setiap hari mengkonsumsi bahan pengawet).
Keempat :
Disiplin beribadah sejak dini
Demikian semoga bermanfaat, Amien
Samarinda, 20-08-2008 (20082008)
Sigit Sigalayan
Wednesday, August 20, 2008
Smart Parenting 20082008
Posted by
sigalayan
at
8:21 PM
0
comments
Labels: Pendidikan
Wonderful Day 20082008 (20-08-2008)
yEars come n go BUt today is a special day *20082008* DoUble Match. It happens only once in a lifetImE. So I wish yoU a Very WonderfUl Day
Read More..
Posted by
sigalayan
at
4:00 PM
0
comments
Labels: Umum
Tuesday, August 19, 2008
Sekolah Kotak Sabun Yang Istimewa
Berikut tulisan dari Bpk. Satria Dharma pendiri SMK TI Airlangga dan konsultan pendidikan Tingkat Nasional :
Sebagai seorang guru yang telah berpindah-pindah tempat mengajar sejak tahun 1978 dan belakangan bekerja sebagai konsultan pendidikan saya banyak berkeliling melihat berbagai jenis sekolah baik di tanah air dan juga di luar negeri. Dari sekian banyak sekolah tentu saya melihat banyak sekolah bagus maupun sekolah buruk. Saya pernah melihat sebuah sekolah dasar di daerah terpencil di Kalimantan Timur yang hanya memiliki satu guru dan celakanya hanya lulusan SD! Hanya dia satu-satunya orang yang bisa dimintai jasanya untuk menjadi guru karena penduduk yang lain sibuk ke laut sebagai nelayan.
Baca selanjutnya di http://satriadharma.wordpress.com. atau di Web Sekolah SMK TI Airlangga Samarinda
Posted by
sigalayan
at
10:34 AM
0
comments
Labels: Pendidikan
Banyak SMK Kalah dari Sekolah "Kotak Sabun"
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Kaltim, Syafruddin: Gedung Bagus Bukan Jaminan Raih Prestasi. Dari seluruh sekolah negeri di Kaltim, utamanya yang memiliki gedung mewah serta fasilitas lengkap diingatkan untuk tidak terlena. Pasalnya, gedung bagus dan fasilitas serba ada, tak menjadi jaminan sekolah itu mampu meraih prestasi nasional atau internasional. Baca tulisan di koran Kaltim Post berikut ini.
"Faktanya, dalam beberapa kompetisi yang digelar di 2008 ini, beberapa siswa dari sekolah swasta dengan fasilitas seadanya, mampu meraih
prestasi nasional," sebut Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Syafruddin Pernyata didampingi Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Kaltim Harimurti, ketika berkunjung ke SMK Airlangga Samarinda, belum lama ini.
Syafruddin menyebutkan, meski gedung yang dimiliki sekolah itu masih sewa, bahkan sangat sempit, namun meraih prestasi nasional bukanlah hal baru.
"Padahal, banyak SMK negeri lain yang fasilitasnya lebih lengkap, faktanya kalah dengan sekolah yang gedungnya seperti `kotak sabun',"
sebut Syafruddin kepada Sigit Sigalayan, pengurus yayasan pendiri SMK tersebut, serta M. Adriyanto, kepala SMK Airlangga.
Merespons berbagai prestasi itu, Pemprov Kaltim siap membantu sekolah ini memiliki gedung sendiri yang lebih representatif. "Tapi syaratnya, ya, harus punya tanah sendiri dulu. Kalau nggak, ya, kami tidak bisa bantu," imbuhnya.
Selain gedung sekolah sederhana, tak sedikit alat-alat serta mebel di sekolah ini dibuat sendiri para guru, disesuaikan dengan kondisi ruangan yang sempit. "Coba lihat di sekolah negeri, jarang
ada yang mau membuat meja dan kursi sendiri, soalnya sudah terbiasa manja. Sedikit-sedikit minta bantuan pemerintah. Tapi prestasinya diragukan," tambah Syafruddin.
Pada kesempatan itu, Sigit Sigalayan kemudian menyebutkan, tidak hanya meraih prestasi nasional, siswa sekolah ini bahkan menjadi satu-satunya sekolah di luar Jawa, yang bisa menempatkan siswanya menjalani Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Sekretariat Wakil Presiden RI di Jakarta.
Di sekolah ini, terbagi dalam dua kelas yakni
kelas reguler dengan SPP Rp 190 ribu per bulan, dan kelas laptop SPP-nya Rp 280 ribu. "Kelas laptop lebih mahal, karena proses pembelajaran lebih mudah. Bisa langsung praktik di kelas dengan laptop masing-masing dengan jumlah murid 25 orang. Tak perlu ke laboratorium lagi," sebut Sigit.
Di sekolah yang kondisinya mirip dengan lorong tahanan itu, memiliki 11 ruang belajar. "Kami terpaksa menolak siswa baru sebanyak 3 kelas, karena memang tempat nggak ada. Kami seleksi
hanya menerima siswa yang punya minat kuat di bidang komputer," tambahnya.
Beberapa prestasi yang diraih sekolah ini di antaranya meraih 3 emas dan 1 perak di ajang kategori lomba teknologi informasi di Lembaga Keterampilan Siswa (LKS) SMK Kaltim 2008 di Balikpapan. Tiga emas disumbangkan bidang Web Design oleh M. Riski Hajar, Animation oleh Danny Indra Permana, IT/Software Application oleh Noor Rahmat serta 1 perak diraih di lomba Network Support atas nama Nuhajat.
Up date :
Pada tahun 2008 ini ekskul Pencinta Alam SMK TI Airlangga (Cyber Green) juga meraih 2 prestasi gemilang yaitu Juara I se Kaltim Lomba Lintas Alam Poltanesa UNMUL dan Juara I se Kaltim Lomba Lintas Alam Pusrehut UNMUL yang pesertanya dari berbagai sekolah, Perguruan tinggi, Instansi Pemerintah, LSM dan TNI/Polri.
Pada Mei 2008 Nur Rohmad siswa kelah 2 RPL meraih prestasi Nasional di LKS 2008 Makasar , sebagai Juara 5 Lomba Kompetensi Siswa bidang IT/Support Aplication.
Pada tanggal 20 Agustus 2008 SMK TI airlangga mendapat bantuan asisten guru Bahasa Inggris dari Amerika Miss Catherine Loebner, baca beritanya.
Posted by
sigalayan
at
7:02 AM
2
comments
Labels: Pendidikan
Friday, August 15, 2008
Obat Rakyat, Murah, Generik dan Berkualitas
Obat Murah Serba Seribu Rupiah Diluncurkan TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari meluncurkan program obat murah serba seribu rupiah di Departemen Kesehatan, kemarin. Program ini merupakan pengadaan 20 jenis obat generik tak berlogo hasil kerjasama dengan PT Indofarma..jpg)
Pagi tadi Saya terpana saat melihat sebuah counter kecil di teras kantor Dispenda Samarinda. Tertulis serba Rp. 1000,-, Obat Rakyat, Murah dan Berkualitas. Setelah saya bertanya kepada sales promotionnya memang harganya Rp. 1000,-/keping, luar biasa, surprise buat rakyat Indonesia. Berbagai obat tersedia disini, semua harganya seribu, hebat Indofarma.
Anda bisa membeli obat penurun panas, sakit kepala, tambah darah, flu, batuk dan flu, maag, batuk berdahak, batuk cair, penurun panas anak, cacing, cacing anak dan asma.
Berikut sekilas informasi yang saya cari di google terkait obat murah serba seribu :
Selasa, 08 Mei 2007 | 18:31 WIB
Sepuluh dari 20 jenis obat generik tersebut telah diedarkan kemarin. Dua jenis lainnya segera menyusul, sedangkan 8 obat generik sisanya baru akan diproduksi akhir tahun ini.
Sepuluh jenis obat serba seribu adalah Indo Obat Batuk dan Flu, Obat Flu, Batuk Berdahak, Asma, Penurun Panas Anak, Penurun Panas, Tambah Darah, Maag, Sakit Kepala, dan Indo Obat Batuk Cair.
Menurut Menteri Siti, program ini dibuat untuk memperluas akses masyarakat terhadap obat dan mewujudkan sistem penanganan obat yang pro rakyat. Selain harus murah,kata dia, harga obat juga harus merata antara satu daerah dan daerah lainnya. "Harga obat di Jakarta harus sama dengan harga obat di Gunung Kidul," katanya.
Selama ini, harga obat yang tinggi disebabkan karena produsen farmasi selalu memandang obat hanya sebagai komoditas dagang semata. Padahal obat juga harus dipandang sebagai masalah kesehatan dan sosial.
Salah satu upaya menekan harga obat yang mahal, kata Siti, dalam produksi dan penjualan obat harus diterapkan sistem penanganan obat yang pro rakyat. "Sejak kita merdeka, rakyat selalu jadi korban harga obat yang selalu naik karena produsen obat menetapkan harga seenaknya," katanya.
Direktur Utama PT Indofarma Syamsul Arifin mengharapkan obat-obat murah yang diproduksinya dapat tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, pemasaran ditujukan ke rumah sakit dan apotek, serta pasar non panel yaitu warung, toko obat, serta melalui dokter yang menjalankan praktek dispensing. Dispensing adalah pemberian obat langsung dari dokter kepada pasien saat berkonsultasi. "Obat-obat ini bersifat bebas jadi bisa dijual dimana saja," katanya.
Menurut Syamsul, pasar non-panel telah lama menguasai penjualan obat generik. Pada 2006, ia mencontohkan, dari penjualan obat generik senilai Rp 2,390 triliun, sebanyak Rp 1,539 triliunnya dikuasai pasar non panel. Dwi Riyanto Agutiar
Posted by
sigalayan
at
7:36 PM
2
comments
Labels: Umum
Tuesday, August 12, 2008
Kumpulan Photo-photo Pembukaan Olimpiade Beijing 2008














































Posted by
sigalayan
at
7:32 AM
0
comments
Labels: Umum


