Monday, October 1, 2007

[daarut-tauhiid] Tawadhu

Sumber:http://www.jkmhal.com/main.php?sec=content&cat=8&id=3033

-->“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang – orang mukmin yang mengikutimu
(QS Asysu’ara (26) : 215)

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menjadi orang yang tawadhu’? orang yang tawadhu’ itu adalah orang yang memiliki akhlak mulia yang menggambarkan keagungan jiwa, kebersihan hati dan ketinggian derajat pemiliknya. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang bersikap tawadhu’ karena mencari ridho Allah maka Allah akan meninggikan derajatnya. Ia menganggap dirinya tiada berharga, namun dalam pandangan orang lain ia sangat terhormat. Barangsiapa yang menyombongkan diri maka Allah akan menghinakannya.
Ia menganggap dirinya terhormat, padahal dalam pandangan orang lain ia sangat hina, bahkan lebih hina daripada anjing dan babi (HR. Al-Baihaqi)


Mawlana Sulthanul Awliya’ Syaikh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani berkata, “Mengapakah Nabi Muhammad SAW., menjadi seseorang yang paling terpuji dan terhormat di Hadirat Ilahi ? Karena beliau-lah yang paling rendah hati di antara seluruh ciptaan (makhluq) Allah. Beliau selalu duduk seakan bagai seorang hamba di hadapan tuan pemiliknya, dan selalu pula makan sebagai seorang hamba atau pekerja yang makan di hadapan tuan pemiliknya. Beliau tak pernah duduk di atas meja.

Karena itulah, tak seorang pun mencapai kedudukan seperti beliau di Hadirat Ilahiah, tak seorang pun dihormati dan dipuji di Hadirat Ilahiah sebanyak penutup para Nabi, Muhammad SAW. Karena itulah, Allah SWT memberikan salam bagi beliau, dengan mengatakan : “As-Salaamu ‘Alayka Ayyuha an-Nabiyyu, “Keselamatan bagimu, wahai Nabi!
Allah SWT tidak mengatakan, “Keselamatan bagimu, wahai Muhammad. Tidak!! Melainkan,
“Keselamatan bagimu, Wahai Nabi! Dan kita kini mengulangi salam dari Allah SWT.
bagi Nabi SAW., tersebut minimal sembilan kali dalam shalat-shalat harian kita, saat kita melakukan tasyahhud.

Salam Ilahiah ini tidaklah dikaruniakan bagi siapa pun yang lain. Ini adalah puncak tertinggi suatu pujian dari Tuhan segenap alam bagi Nabi-Nya. Beliau telah mencapai suatu puncak tertinggi di mana tak seorang pun dapat mencapainya, semata karena kerendahhatiannya. Karena itu pula, beliau mewakili Keagungan Allah dalam seluruh ciptaan-Nya. Ego Sang Nabi telah habis dan berserah diri kepada Allah SWT., tak seperti kita, yang selalu terkalahkan oleh egonya sendiri. Seperti misalnya ketika penulisan nama seseorang, kita lupa tidak mencantumkan Bapak atau Ibu atau pangkat atau jabatan orang tersebut. Maka, bisa jadi orang tersebut akan marah karena merasa tidak di hormati atau tidak dihargai. Dan ini saya rasakan ketika saya mencetak kartu undangan pernikahan. Saya serahkan data-datanya ke percetakan,
setelah selesai dicetak ada satu nama yang tidak memakai bapak. Dan apa yang terjadi, yang punya nama itu marah dan tidak hadir dalam acara pernikahan tersebut karena merasa tidak dihormati atau dihargai.

Mengapa ego kita selalu saja mendominasi gerak langkah kita? Bisa jadi, karena kita membiarkan setan mengajari diri kita dengan tipu muslihatnya. Kita diajari oleh setan, bagaimana menjadi orang yang terhormat atau menjadi orang yang pertama. Dan kita juga diajari oleh setan bagaimana memiliki ego seperti egonya Fir’aun, Namrudz, Qarun dan lain sebagainya. Karena itulah, setiap orang kini ingin mewakili egonya mereka, bukan untuk mewakili sang penutup para Nabi yaitu Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, alangkah baiknya kalau kita menjadi wakil sang penutup para Nabi, bukan sebagai wakil-wakilnya setan yang menyesatkan, yang kesananya akan menjerumuskan kita kedalam azabnya Allah SWT dalam neraka-Nya. Maka, untuk menjadi orang yang mewakili sang penutup para Nabi, kita harus memiliki akhlak seperti beliau, yang salah satunya adalah tawadhu’ (rendah hati). Karena sifat ini telah diwahyukan oleh Allah SWT kepada beliau supaya orang-orang tidak bersikap sombong kepada yang lain, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW :

Dari Iyadl bin Himar ra. Berkata Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah telah memberi wahyu kepadaku yaitu kamu sekalian hendaklah bersikap tawadhu’ (merendahkan diri) sehingga tidak ada seseorang bersikap sombong kepada yang lain, dan tidak ada seseorang menganiaya yang lain.( HR. Muslim ).

Dan, Abdullah bin Jarullah dalam kitabnya Fadhlu At-Tawadhu wa Dzamu Al-Kibr memberi gambaran kepada kita tentang tanda-tanda orang yang tawadhu’, dia mengatakan bahwa ada enam tanda-tanda tawadhu’ yang harus kita miliki :

PERTAMA, engkau menonjolkan diri terhadap sesamamu, maka engkau sombong. Dan apabila
engkau menyatu dalam kebersamaan dengan mereka maka engkau tawadhu’.

KEDUA, apabila engkau berdiri dari tempat dudukmu dan mempersilahkan orang berilmu
dan berakhlaq duduk di tempatmu, maka engkau tawadhu’.

KETIGA, apabila engkau menyambut orang biasa dengan ramah dan wajah yang menyenangkan, dengan kata-kata yang akrab, memenuhi undangannya, maka engkau tawadhu’.

KEEMPAT, apabila engkau mengunjungi orang yang lebih rendah setatus sosialnya atau yang sederajat denganmu, atau membawakan barang-barang bawaan yang ada ditangannya, maka engkau tawadhu’.

KELIMA, apabila engkau mau duduk bersama fakir miskin, menjenguk yang sakit, orang-
orang yang cacat, memenuhi undangan mereka, makan bersama mereka, maka engkau orang
yang tawadhu’.

KEENAM, apabila engkau makan dan minum secara tidak berlebihan dan tidak untuk demi
gengsi, sekali lagi engkau tawadhu’.

Sahabat-sahabat sekalian, semoga tanda-tanda tawadhu’ yang seperti disebutkan di atas
dapat kita miliki, sehingga kita termasuk orang-orang yang mewakili sang penutup para Nabi yaitu Nabi Muhammad SAW. Amiin.

Read More..

Tawadhu: Hakikat Hidup Berprestasi

ALLAH SWT adalah dzat yang Mahabesar dan hanya Dia-lah yang berhak menyatakan kebesaran Diri-Nya. Adapun segenap makhluk ciptaan-Nya adalah teramat kecil dan sama sekali tidak layak merasa diri besar. Seorang hamba yang lisannya berucap, "Allaahu Akbar!" serasa jiwanya bergetar karena sadar akan kemahabesaran-Nya, dialah orang yang menyadari kekerdilan dirinya di hadapan Dzat yang serba Maha.


Sungguh, Allah sangat suka terhadap orang yang merendahkan diri di hadapan-Nya, sehingga diangkatlah derajat kemuliannya ke tingkat yang sangat tinggi di hadapan semua makhluk, apalagi di hadapan-Nya. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk" (QS. Al-Bayyinah: 7).

Sebaliknya betapa Allah sangat murka terhadap orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi. Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." (QS. An-Nisa: 36). Surga pun mengharamkan dirinya untuk dimasuki oleh orang-orang yang di dalam kalbunya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar debu. Segenap makhluk yang ada di alam semesta ini tiada memiliki daya dan upaya, kecuali karena karunia kekuatan dari Allah SWT? Laa haula walla quwwata illa billaah! yang menciptakan tubuh ini pun Allah. Yang mengalirkan darah dalam peredaran yang sempurna, yang mendetakkan jantung, pendek kata yang mengurus sekujur badan ini pun hanya Allah semata! Manusia sama sekali tidak berdaya sekiranya Allah menghendaki sesuatu atas jiwa dan raga ini.

Karena itu, Allah SWT mengancam manusia yang melupakan hakikat dirinya. "Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi ini tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku" (QS. Al-A'raf: 146). Dalam ayat lain disebutkan, "Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang" (QS. Al-Mu'min: 35). Ternyata rahasia hidup sukses atau sebaliknya hidup terhina dan tiada harga, tidak terlepas dari seberapa mampu seseorang menempatkan dirinya sendiri di hadapan Allah SWT. Tawadhu, inilah kunci bagi siapa saja yang ingin memiliki pribadi unggul.

Seseorang niscaya akan lebih cepat maju manakala mempunyai sifat tawadhu dan tidak sombong. Mengapa demikian? Kunci terpenting untuk sukses adalah adanya kesanggupan menyerap ilmu dan meluaskan visi, kemampuan mendengar dan menimba ilmu dari orang lain. Hal ini akan membuat kita semakin cepat melesat dibandingkan dengan orang-orang yang sombong, merasa pandai sendiri, mengganggap cukup dengan ilmu yang dimilikinya, sehingga merasa diri tidak lagi membutuhkan pendapat, pandangan, dan visi dari orang lain.

Ketahuilah, kita ini adalah makhluk yang serba terbatas. Buktinya, kita tidak bisa melihat kotoran di mata atau hidung sendiri. Artinya, kita membutuhkan cermin dan alat bantu lainnya agar bisa menguji semua yang kita miliki ataupun melengkapi sesuatu yang belum kita miliki.

Islam mengajarkan kita agar tidak sombong. Kita harus berani mendengarkan segala sesuatu dari orang lain. Kita tidak dilarang untuk punya pendapat, tetapi orang lain pun tidak salah jika memiliki pendapat berbeda. Kita harus bersedia mendengarkannya, paling tidak untuk menguji pendapat kita apakah bisa dipertahankan atau tidak. Atau, bahkan untuk melengkapi pendapat kita, sehingga semakin bermutu.

Karenanya, berhati-hatilah dengan segala yang berbau kesombongan, merasa diri hebat, pemborong syurga, paling benar, paling mampu. Semua itu hanya akan mengurangi kemampuan yang ada pada diri kita. Sesungguhnya kesombongan itu akan menutup hal yang sangat fitrah dari diri manusia yaitu kemampuan melengkapi diri.

Kita harus menjadi orang yang tamak terhadap ilmu, serakah terhadap pengalaman dan wawasan. Tiap bertemu dengan orang, lihatlah kelebihannya, simaklah kemampuannya, lalu ambillah kelebihannya itu. Tentu ini tidak akan menjadikan orang tersebut bangkrut dan tidak memiliki kelebihan lagi. Sebaliknya, kemampuan orang yang kita mintai ilmunya akan semakin berkembang selain kita pun akan semakin maju.

Tidak mungkin kita ditakdirkan bertemu dengan seseorang, kecuali pasti akan menjadi ilmu dan pengalaman baru, sekiranya diri kita dilengkapi dengan hati yang bersih. Tentu yang bisa menjadi ilmu itu tidak sekedar hal-hal yang menyenangkan saja. Aneka pengalaman yang tidak menyenangkan, seperti penghinaan, kritik atau cemoohan, semua ini tetap menjadi ilmu yang akan meningkatkan wawasan, kemampuan, karakter, mental ataupun keunggulan-keunggulan
lain yang bakatnya sudah kita miliki.

Adapun hal yang sangat utama dan paling menentukan bobot dari semua perilaku dan kiprah kita dalam meningkatkan kualitas dan keunggulan diri adalah hati yang bersih. Kedongkolan, kemangkelan, kejengkelan, kebencian, dan semua hal yang bisa membuat tidak nyamannya hati, jelas-jelas merupakan sikap kejiwaan yang kontraproduktif.

Kita akan banyak kehilangan waktu karena kotor hati. Kalau kita termasuk tipe pemarah serta gemar memuaskan hawa nafsu dan kedendaman, maka kita akan kehilangan waktu untuk kreatif dan produktif. Akan tetapi, sekiranya hati kita bersih dan sejuk, maka kendatipun hantaman masalah dan kesulitan datang bertubi-tubi, niscaya kita akan seperti intan yang tiada pernah hilang kilauannya sepanjang masa. Bukankah intan itu tidak akan pernah hancur wujudnya dan berkurang kilauannya kendati dihantam dengan batu bata secara bertubi-tubi,
bahkan dia sendiri yang akan hancur? Kesejukan, kebersihan, dan ketentraman hati, tidak bisa tidak, akan mempengaruhi pikiran ini menjadi lebih lebih bermanfaat dan bermakna.

Tampaknya umat Islam akan bangkit bila mampu bersinergis, saling membantu satu sama lain. Kuncinya adalah bebasnya hati dari kedengkian, dan kebusukan. Kita harus belajar senang melihat orang lain maju. Kita pun harus belajar ikut bersyukur melihat kesuksesan dan prestasi orang lain seraya membuat kita terbakar untuk bisa lebih maju lagi. Wallahu a'lam.

(KH. Abdullah Gymnastiar)


Read More..

Monday, July 23, 2007

Inhibitor adalah reaksi kekebalan tubuh

Berikut penjelasan dr. Novanova hippy tentang Inhibitor yang Saya ambil dari milis hemofilia@yahoo.groups.

Mau nambahin penjelasan mbak Novi.
inhibitor itu sebenarnya salah satu reaksi kekebalan tubuh. Karena dimasuki benda asing, secara alami tubuh akan membuat pertahanan. Kenapa kriopresipitat lebih jarang buat inhibitor alasannya sederhana aja.

1). Yang bentuk faktor 8 nya paling mirip dengan faktor 8 pemilik tubuh.
Bukannya nakutin, yang rekombinan itu bisa dibilang sebagai faktor 8 buatan binatang, bukan buatan manusia. Memang binatang itu dimasukkan gen manusia untuk memproduksi faktor 8, tapi bukan berarti tubuh binatang itu tidak bisa merubah bentuk faktor 8 yang diproduksi.
Intinya, karena bentuknya yang beda, jadinya lebih mudah dianggap sebagai benda asing dan diperangi dengan inhibitor.

2). Krio tidak murni hanya faktor 8, ada von Willebrand, ada protein" lain. Sedangkan rekombinan itu murni.
Tubuh punya batasan untuk membentuk kekebalan tubuh. Jadi kalau ada berbagai benda yang masuk, dia akan membentuk kekebalan terhadap yang paling mengancam. Pada krio, faktor 8 mungkin dianggap tidak significant / dianggap berarti dibanding benda-benda yang lain. Sedangkan di rekombinan karena the only one / satu-satunya, ya mau ga mau dianggap significant / berarti.

Intinya, kalau ga ada saingannya, faktor 8 dapat dengan mudah membuat pertahanan tubuh jadi aktif dan membentuk inhibitor.
Sekali lagi penjelasannya mungkin bikin tambah bingung. :) semoga bisa dimengerti.

dr. Nova

Read More..

Koate VS. SK Menteri Kesehatan RI

Berikut adalah penjelasan Ibu Novi Riandini dari HMHI Pusat tentang kontroversi SK. Menkes RI tentang Koate yang nomor SK nya memang belum ada (baru draft kali ya ...., tapi sudah haangat diperdebatkan). Menyambung/Menyikap i permasalahan SK Menkes RI. Seperti yang sudah saya jelaskan, di HMHI Pusat tengah mencoba beraudiensi langsung denga Ibu MenKes RI. Dan menurut sektretariatnya yang saya terima teleponnya 2 minggu lalu, beliau menyatakan bahwa audiensi tersebut akan didisposisikan untuk bertemu dengan DirJen. Akan tetapi Bapak Dirjen hingga saat ini belum memberikan waktu untuk bertemu.

Mungkin semua ini terkesan lambat. Perlu diketahui, saat sedang ramai-ramainya Koate di perdebatkan, tidak ada satu pihakpun yang dapat memperlihatkan kepada kami bagaimana isi dari SK tersebut dan seperti apa isi dari petunjuk pelaksanaan yang diributkan. Karena setelah mendapat info langsung dari pihak DepKes, SK Tersebut belum dipukul Gongnya. Prof. Moeslichan tentu saja tidak dapat gegabah untuk melancarkan protes seperti yang semua inginkan. Hitam diatas putih kita belum miliki. Dalam bertindak beliau tentu saja harus berfikir panjang dan tidak ingin nantinya bila kita terlalu vokal malah akhirnya menyulitkan hemofilia satu negara. Baru setelah kami memiliki print outnya, kami baru berani mengirim surat audiensi.

Pada saat surat dikirimkan pun, Prof. Djajadiman telah menjelaskan kepada saya bahwa memang terjadi kesalaha pahaman anatara menteri dan jajaran dibawahnya. Menteri sendiri tidak menyetujui banyak obat yang notabene 'lifesaving'
dihapuskan dalam daftar yang dapat di klaim oleh ASKESKIN. Jadi, Menkes langsung memerintahkan untuk merubah/menambahkan /mempertimbangka n kembali tabel yang telah dikeluarkan (mungkin bisa dibaca di Media Indonesia hari sabtu tgl 7 juli. Dan yang saya dengar langsung dari orang-orang DepKes, obat-obatan tersebut untuk sementara dapat diklaim melalui ASKESKIN (termasuk Koate) dengan persetujuan dan kebijaksanaan pihak RS. Pihak RS akan mendapatkan subsidi atas klaim tersebut dari DepKes yang dananya disalurkan melalui PemProv.

Perlu di ketahui bersama, selain HMHI, di Tim Pelayanan Terpadu Hemofilia (TPTH) RSCM Jakarta yang diketuai oleh Prof. dr. Djajadiman Gatot, SpA(K) juga telah 'bergerilya' . Hasilnya cukup memuaskan. Pada Kamis (12/07) lalu, Prof. Djajadiman dan Prof. Iskandar telah mengikuti rapat untuk membahas hal tersebut. Dijelaskan oleh Prof. Djajadiman, bahwa KOATE SAAT INI TELAH KEMBALI MASUK DALAM AJUAN TABEL TAMBAHAN DALAM BUKU PETUNJUK PENATALAKSANAAN ASKESKIN DAN KEMUNGKINAN BESAR AKAN DISETUJUI DALAM WAKTU DEKAT.

Untuk Medan, mungkin perlu ditinjau kembali langkah-langkah yang telah ditempuh. Karena setelah kejadiaan ini hanya kota Medan yang mendapat perlakuan penolakan dalam pengklaiman KOATE. Info yang saya telah dapatkan, beberapa daerah termasuk Jakarta dan Surabaya hingga saat ini masih dapat mengklaim Koate hanya prosedur pengambilannya yang telah berubah. Mungkin mbak Wahyu bisa ngobrol-ngobrol lagi dengan Pak Aan dari DIPA. Mungkin ada penjelasan yang bisa didapat

Sebagai pencerahan, saya pribadi hanya ingin memberikan masukan.
dr. Agi or dr. Nova bantu jelaskan bila ada yang salah.. ya...
Walaupun Cryoprecipiatate dianyatakan tidak/kurang aman dan mengingat hanya ada 1 produsen obat FVIII yang ada di tanah air kita, ada baiknya tiap daerah tetap menjalin kerjasama dengan PMI setempat dalam pengadaan Cryoprecipitate. Banyak plus minus yang ada diantara Konsentrat dan Cryo. Tetapi semua itu bergantung pada takdir Allah SWT. Dan saya percaya itu.

Ada penelitian (beberapa telah saya kirimkan beberapa waktu lalu) menjelaskan bahwa semakin murni F VIII yang diterima, maka semakin tinggi potensi terbentuknya inhibitor pada penderita hemofilia A. Bila inhibitor telah terbentuk maka akan lebih ruwet lagi masalah pengobatannya. Begitu juga Cryo. Walaupun Cryo mudah terinfeksi penyakit lain, tapi menurut penelitian tersebut, dalam cryo banyak mengandung protein atau zat-zat lain yang dapat meredam potensi tinggi timbulnya inhibitor. Banyak kenalan hemofilia di luar negeri yang menggunakan full Cocentrate baik plasma derived (seperti koate) maupun recombinant (seperti Kogenate) yang memiliki inhibitor sangat tinggi. Di Indonesia, Inhibitor tertinggi yang pernah saya data hanyalah 15 BU (Bethesda Unit). Namun di negara-negara eropa banyak penderita hemofilia yang inhibitornya mencapai 60 BU. Nah, kalau sudah begini, konsentrat apalagi cryo sudah tidak dapat membantu. Dibutuhkan F VII A (FEIBA dan Novo Seven) yang harganyanya selangit bahkan berlangit-langit untuk mengobati hemofilia. Cara pemberiannya pun tidak mudah. Menggunakan satuan mikro gram dan digunakan 2 - 3 jam sekali suntik.
Oia... saya pernah mendapatkan ceramah panjang lebar dari salah satu orang pertama yang mengenalkan hemofilia di bumi indonesia ini, dr. Masri Rustam. Beliau pernah bilang, di Perancis pada tahun 80an pernah menangkap menteri kesehatannya dan memborgol menkes tersebut tepat saat pesawatnya landing di bandara Paris. Masalahnya: beliau harus bertanggung jawab atas konsentrat yang digunakan yang telah mengakibatkan 90 orang penderita hemofilia positif HIV.

Saya tidak bermaksud menakut-nakuti. Tapi ini realita dan membuat kita harus belajar membuka mata bahwa sekalipun manusia berusaha dan tidak ada yang perfect di dunia ini, sekali lagi.... semua hal tersebut, keputusannya ada ditangan Allah SWT...
Kita hanya bisa berusaha sekalipun harus memilih terburuk dari yang paling buruk (maksudnya: Cryo 'katanya' paling buruk namun apakah hanya karena tidak mau transfusi cryo harus menjadi cacat permanen?)

Penderita hemofilia A mestinya harus tetap bersyukur karena masih ada cryo yang masih dapat diperjuangkan bila Koate tidak ada. Tapi bagi penderita hemofilia B seperti suami saya, dimana konsentrat tidak tersedia dan FFP tidak nendang dosisnya bahkan untuk perdarahan ringan yang menyebabkan suami saya hanya bisa pasrah saat terjadi patah tulang karena kecelakaan. Seharusnya, bila melihat patahannya, mas gugun harus di operasi. Tapi dari pada patahannya nyambung trus suamiku gak ada... ya.. mendingan gak usah dioperasikan? Itu pun pilihan yang akhirnya diambil oleh dokter bedah ortopedi yang menanganinya.

LIFE IS BEAUTIFUL MY DEAREST FRIENDS... ENJOY IT WHILE YOU CAN... Jangan terus menerus dibuat pusing. Pusing boleh... tapi tetap berusaha dan berfikir jernih...

Berikut ini ada nasihat dari Robert Leung wakil WFH untuk Asia Pasifik yang saya terima beberapa waktu yang lalu dan terkadang memberikan cukup pengaruh saya dalam bertindak dan berfikir:

It is strongly advised that patient groups not work closely with only one company. Even though companies will help patient groups with funds and sponsorship they are doing so in the hope that they will sell more of their product. So companies will use any method they can find to have patients buy more. It seems that this is the situation that has happened with IHS (HMHI) and the Koate (Talecris) distributor who encouraged IHS board members to use more Koate even though government policy was not official that it could be done. And when IHS members did start to use more Koate perhaps the distributor also raised his price to make more money.
Only very rich countries can afford prophylaxis and certainly not Indonesia. WFH does not advise developing countries to move to prophylaxis because it is not economically realistic for their governments to support. Countries also develop a national hemophilia treatment protocol so that all hemophilia doctors will know what treatment to prescribe including dosage. But this national treatment protocol is developed by the doctors based on the reality of the ability of the health care system to support hemophilia care. So in Canada, the concentrate amounts a patient receives based on Canada national treatment protocol is not the same as in the USA or Sweden. Above all, it should not be a company distributor who tells patients what they need and how much they should use.


Best regards,
Novi Riandini

Read More..

Sunday, July 22, 2007

Happy Birthday Dad


Ngak terasa 71 tahun sudah usia Papi. Sabtu 21 Juli 2007 kemarin kami berkumpul untuk merayakan. Kami makan malam bersama di rumah makan Sari Rasa. Tidak ada hadiah spesial dari kami, hanya kerukunan dan kebersamaan menjadi hadiah yang tidak ternilai bagi orang tua kami. Melihat anak cucu bisa damai sudah tak terkira dan sebanding dengan hadiah lain. Acara kaloi ini tidak dihadiri oleh adik Saya ke dua Tunggul karena dia dan keluarga saat ini tinggal di Bandung. Semoga di lain kesempatan kita bisa kumpul semua. (Papi berkopiah coklat, berkaca mata, photo saat acara keluarga di rumah mas Dartoyo, Teluk Dalam). Amien

Read More..

Monday, July 9, 2007

Liburan Keluarga (Bagian - 2), di Pantai Lamaru Balikpapan

Setelah beristirahat sarapan di Bukit Soeharto kami melanjutkan perjalanan. Kenyang ....!!!! ternyata nasi kuning presiden motor emang wuenaakkk, silahkan coba ... pasti ngak nyese. Wah..... sopirnya semangat nih, kami ke pantai Lamaru lewat Samboja. Pemandangannya bagus, istri Saya sempat jelaskan ke anak-anak tentang rawa, belukar, pasir putih, hutan bakau yang masih "tersisa", akar nafas, dll .... maklum kami adalah "Forester".

Jalan masuk ke Pantai Lamaru ternyata belum diaspal dan becek
karena habis hujan. Terkesan kotor dan tidak terawat. Dengan membayar Rp. 3.500,- kami sekeluarga sudah dapat memasuki Lokasi Pantai. Deburan ombak sudah terdengar dari jauh begitu juga hawa pantainya.

Pukul 10.15 wita kami tiba dan kontan anak-anak girang sekali. Ayo Pa .... kita langsung aja, anak-anak sudah siap dari rumah, tingal lepas sandal dan ..... byurrrr, heeee. Asyik juga ya .... rameee sekaliii.



















Read More..

Beasiswa Gen Asik ke Australia


Minggu 8 Juni 2007 sebanyak 19 orang siswa SMK TI Airlangga mengikuti seleksi/test Beasiswa Gen Asik ke Australia yang diselenggarakan oleh Telkomsel. Mereka berangkat dari Grapari Telkomsel Lembuswana pukul 05.30 wita untuk bergabung dengan sedikitnya 1.500 siswa se Kaltim di Dome Balikpapan. Persaingan sangat ketat karena hanya 2 orang yang terpilih untuk mewakili seleksi lanjutan di Jakarta dan 1 orang pemenang akan berangkat ke Australia selama 2 minggu untuk belajar Bahasa Inggris disana. Program ini diikuti oleh 10 kota di Indonesia Medan, Padang, Jakarta Inner, Bandung, Jakarta outer, Yogja, Surabaya, Denpasar, Balikpapan dan Makasar.

Test meliputi lima mata pelajaran yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, Ekonomi dan Pengetahuan Umum dilanjutkan dengan game interaktif. Sayang kali ini belum beruntung, 2 tiket ke Jakarta dimenangkan oleh Annisa Mardiana dan Putri Zahara keduanya dari SMAN 2 Balikpapan.

Read More..